Senin, 18 Maret 2019

Kanker Serviks dapat dicegah dan di obati


Bertepatan pada International Womens Day, 8 Maret 2019, di Plaza Indonesia, ada sebuah pameran foto yang diberi tema #IAmTrulyWoman yang berada di Atrium level 4.
Ada apa di pameran tersebut?
Yup....pameran foto 28 perempuan hebat Indonesia yang mendukung untuk sebuah kampanye mengenai Bahaya Kanker Serviks, dan beberapa perempuan tersebut merupakan para perempuan selebriti Indonesia.


Pameran foto ini kolaborasi antara Diera Bachir seorang Photography dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks atau KICKS.
KICKS merupakan sebuah koalisi yang didukung oleh beberapa organisasi dari profesi medis atau pun non medis.
KICKS sebagai respon proaktif mengenai fakta tentang Kanker Serviks yang merupakan penyakit penyebab kematian paling  banyak di Indonesia, dan telah melakukan kampanye publik #CegahKankerServiks tujuannya untuk menyadarkan para perempuan Indonesia untuk lebih waspada akan bahaya dari Kanker Serviks.


Pameran foto di Atrium Plaza Indonesia ini bertujuan untuk menginspirasi para perempuan di Indonesia tentang peran besar mereka di kehidupan dan agar cepat menyadari arti dari kesehatan dan perlindungan diri dari bahaya Kanker Serviks.
Pameran ini berlangsung mulai tanggal 8-15 Maret 2019.

Selain adanya pameran foto-foto tersebut, di tempat yang sama KICKS juga membuka booth untuk para pengunjung dalam mendapatkan informasi mengenai Kanker Serviks, serta sosialisasi mengenai Vaksinasi HPV.

Dalam kesempatan kali ini di tanggal 13 Maret 2019, ditempat pameran foto tersebut diadakan sebuah talkshow yang akan membahas mengenai Kanker Serviks, dan mengangkat tema "Perempuan Aktif dan Mandiri Tanpa Kanker Serviks"
Pada Talkshow kali ini dihadirkan seorang narasumber yang akan menjelaskan penyebab Kanker Serviks juga metode pengobatannya, yaitu:
Dr. Vernita Eng, Msc, (perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI dan juga pendukung KICKS)
Selain itu juga akan ada sesi pemberian Vaksinasi HPV kepada 2 perempuan muda Selebriti Indonesia yaitu:
Cinta Laura Kiehl dan Yuki Kato.


Pemberian Vaksinasi HPV ini merupakan upaya dan inisiatif KICKS dalam mengajak masyarakat Indonesia, khususnya perempuan untuk dapat tergerak dan segera melindungi diri mereka dari Kanker Serviks dengan melakukan pemberian Vaksinasi HPV, karena kondisi Kanker Serviks di Indonesia sampai saat ini sangat mengkhawatirkan. Menurut data GLOBOCAN 2018 angka kematian akibat dari Kanker Serviks sangat memprihatinkan yaitu sekitar 18.279 pertahunnya, jika diperhitungkan sekitar 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya di karenakan Kanker Serviks. Menurut data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat saat ini masih minim pengetahuan mengenai pencegahan Kanker Serviks sejak dini.

Saat acara talkshow berlangsung, Dr. Venita Eng, Msc, mengatakan bahwa "banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa Kanker Serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat di cegah, yaitu dengan pemberian Vaksinasi HPV sejak dini. Karena itulah menunjukkan secara langsung pemberian Vaksinasi HPV kepada 2 tokoh ini, agar diharapkan membuat kesadaran para perempuan akan pentingnya melakukan tindakan nyata dengan segera melakukan pencegahan Vaksinasi HPV dan deteksi dini."

Dr. Venita menambahkan, bahwa Kanker Serviks banyak ditemukan pada perempuan usia produktif dan dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia, diketahui lebih dari 70% sudah pada stadium lanjut. Pada kondisi ini, pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal serta tingkat keberhasilan juga menurun. Oleh karenanya, saya sangat menghimbau untuk para perempuan segeralah lindungi diri dari kanker serviks dengan segera vaksinasi HPV dan deteksi dini, karena pencegahan jauh lebih baik serta lebih mudah daripada pengobatan.
 ๐Ÿ‘ˆCinta Laura Kiehl saat Vaksinasi HPV.



Yuki Kato setelah diberikan suntikan Vaksinasi HPV ๐Ÿ‘‰





Setelah pemberian vaksinasi HPV kepada dua selebriti tersebut, mereka juga menyampaikan beberapa pendapat mengenai kanker serviks dan mengajak masyarakat khususnya untuk perempuan dengan melakukan pencegahannya.

Pentingnya menjaga kesehatan itu pastinya karena kita punya mimpi dan harapan yang dicapai. Karena itu pastikan kita melakukan yang terbaik demi untuk kesehatan, karena itulah Cinta Laura Kiehl berani menunjukkan tindakan nyata untuk pencegahan kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV, dan sekaligus mengajak perempuan lainnya untuk ikut segera melakukan upaya yang sama, agar dapat meraih mimpi tanpa halangan karena penyakit kanker serviks yang sebenarnya dapat dicegah.

Yuki Kato pun berpendapat yang sama, perempuan yang aktif memiliki kontrol penuh akan kesehatannya, karena itu pemberian vaksinasi HPV ini salah satu upayanya dalam menjaga kesehatan. Dan harapannya agar dapat menggerakkan perempuan lainnya untuk ikut juga melakukan vaksinasi HPV, melindungi diri dari bahaya kanker serviks, mencegah lebih baik daripada mengobati.


Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di daerah serviks atau leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina.

Serviks dapat rentan terhadap infeksi Human Papilloma Virus (HPV), sekelompok virus yang dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks, kanker vulva dan vagina, kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan, kutil kelamin, dan penyakit lainnya yang terkait dengan HPV.

Siapapun beresiko terinfeksi HPV, karena mudah menular, cukup sekali kontak untuk terinfeksi  HPV.

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui 2 langkah, yaitu:

1. Pencegahan Primer.
Dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV. Memiliki efektivitas yang baik sekitar 93,2% - 98,2% perlindungan terhadap kanker serviks. Sudah dinyatakan aman oleh komite keamanan vaksin WHO dan efek samping yang paling banyak ditemui sifatnya ringan seperti nyeri di tempat penyuntikan.
Namun untuk vaksinasi HPV ditunda dulu untuk ibu hamil, tetapi untuk ibu menyusui dapat melakukan vaksinasi HPV.

Vaksin HPV terdapat 2 macam, yaitu:

  • A. Vaksin HPV Quadrivalent, memberi perlindungan dari HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Vaksin ini dapat diberikan untuk perempuan berusia 9-45 tahun dan laki-laki berusia 9-26 tahun. Inilah vaksin yang digunakan untuk perlindungan tambahan terhadap pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, pre-kanker anal dan kutil kelamin.
  • B. Vaksin HPV Bivalent hanya melindungi dari HPV tipe 16 dan 18.


2. Pencegahan Sekunder.
Dengan deteksi dini, melakukan skrining kanker serviks. Namun untuk pencegahan ini tidak dapat mencegah terkena infeksi HPV.
Namun dengan dilakukannya deteksi dini, dapat mengetahui kelainan serviks lebih awal. Dan apabila sudah pernah di vaksinasi HPV, si wanita tetap harus menjalani skrining secara rutin sesuai anjuran dokter.

Sekali lagi di informasikan bahwa kanker serviks dapat di obati dan dapat di cegah, karena itu segera lakukan deteksi dini dan vaksinasi HPV.


Cp penulis :
Khansa0802@yahoo.com
IG: @selvijua31
Twitter : @selvijua31

Kanker Serviks dapat dicegah dan di obati

Bertepatan pada International Womens Day, 8 Maret 2019, di Plaza Indonesia, ada sebuah pameran foto yang diberi tema #IAmTrulyWoman ya...