Rabu, 16 September 2020

Mengasah Potensi Prestasi untuk Anak Generasi Maju


Sebagai salah satu anggota Mombassador SGM Eksplor, tentunya ingin dapat menerapkan segala ilmu yang didapat, terutama mengenai merawat kesehatan si kecil dalam masa tumbuh kembangnya, agar dapat menjadi Anak Generasi Maju.


Dalam merawat si kecil bukan hanya memperhatikan mengenai asupan gizi yang ia perlukan, selain itu perlu adanya stimulasi dalam tumbuh kembangnya, agar dapat membiasakan si kecil dalam mengasah potensi prestasi yang ada. Stimulasi tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dirumah, dengan hal yang mudah dan sederhana, namun harus kontinue dalam melakukannya.


Potensi prestasi Anak Generasi Maju mencakup 5 hal yaitu :

💞Cerdas & Kreatif

💞Tumbuh tinggi & kuat

💞Percaya diri

💞Mandiri

💞Supel


Si kecil dapat mengasah potensi prestasinya dapat melalui bermain, hal yang sederhana kan....

Dari bermain ia dapat mengembangkan potensinya, dari bermain dapat mengasah pikirannya, dapat menjadi anak yang kreatif, juga dapat menjadi mandiri.

Si kecil sedang bermain


Dalam bermain, si kecil akan belajar bersosialisasi, dengan begitu ia akan mudah akrab dengan teman baru, bahkan mudah mendapatkan teman, hingga si kecil menjadi anak yang supel dan ramah.


Agar si kecil dapat melakukan itu semua, tentu berpengaruh pada tubuh yang sehat, melalui asupan yang bergizi seimbang. Dalam menjaga kesehatannya selalu aku perhatikan segala kebutuhan nutrisinya setiap hari, mulai dari makanan bergizi serta asupan tambahan seperti susu SGM Eksplor. Dengan tercukupinya nutrisi untuk si kecil akan membantu dalam kecerdasannya. Karena itu aku selalu pastikan asupan si kecil setiap harinya, agar si kecil akan dengan mudah menerima stimulasi yang kuberikan.

Anak yang supel dan mudah berkawan


Aku pun mendapat informasi stimulasi seperti ini karna selalu membaca artikel mengenai kesehatan si kecil melalui www.generasimaju.co.id juga selalu update informasinya dari akun Facebook Aku Anak SGM

Bagi para bunda yang ingin dapat informasi selengkapnya mengenai Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, segera kunjungi website tersebut ya.


Pasti bunda juga selalu melakukan stimulasi untuk si kecil kan....

Gimana potensi prestasi si kecil? 

Lebih baik bunda ikutan juga yuk, share aja pengalaman bunda melalui kompetisi #PrestasiGenerasiMaju melalui link berikut ini :

bit.ly/PrestasiGenerasiMaju

Karena pastinya bunda akan berkesempatan memenangkan hadiah Paket Edukasi Generasi Maju dari SGM Eksplor.


Ikutan segera yuk.....hadiahnya menarik banget kan....,

Selasa, 01 September 2020

Buku Panduan Mencari Kuliner di Jakarta

Pernah ga ngalamin saat ingin kuliner tapi ga tau atau ga punya rekomendasi tempat makan yang menarik?

Atau saat ingin rencanakan kumpul bareng teman suka bingung tempat makan yang tepat itu dimana?




Aku juga sering ngalamin, apalagi keinget saat pergi sama pasangan, suka ditanya mau makan apa dan dimana? Sering ku bilang "terserah!"

Pasti bete sih ya kalau dapat jawaban kayak gitu...hehehehe....

Apalagi rekomendasi tempat makan atau resto di suatu kota itu banyak banget, selain menyuguhkan menu yang variatif dan inovatif, juga menyediakan tempat yang instagramable, untuk membuat para pelanggannya nyaman dan tentu jadi ajang pepotoan.

Selain itu para pelaku usaha kuliner juga berlomba mempromosikannya dari berbagai media, tentu tujuannya agar semua orang dapat mengetahui dan tertarik untuk datang.

Nah....dikarenakan permasalahan diatas, terbitlah sebuah buku panduan khusus untuk mencari tempat kuliner. Tentu dengan adanya panduan dalam buku seperti ini, manfaatnya dapat dirasakan untuk para pencari kuliner dan juga untuk para pelaku usaha.


Exclusive Guide Book Jakarta Selatan.


Sebuah komunitas Event Book Communities yang bekerjasama dengan Exclusive Guide Book, telah menerbitkan sebuah buku panduan khusus untuk kuliner, kali ini terbit dengan edisi Kuliner di Jakarta Selatan.


Komunitas ini sebelumnya telah menggarap berbagai guide book kuliner di berbagai kota besar di Indonesia, dan sekarang ini mulai diluncurkan guide book kuliner untuk Kota Jakarta dengan edisi pertamanya yaitu kota Jakarta Selatan. Tentu isinya mengenai informasi beberapa kuliner dan tempat makan khusus yang berada di Jakarta Selatan. Dan nantinya berencana akan menggarap juga guide book di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur untuk edisi selanjutnya.

Exclusive Guide Book Kuliner edisi Jakarta Selatan telah resmi diluncurkan pada tanggal 30 Agustus 2020 bertempat di Harris Hotel Tebet, yang dihadiri oleh para blogger, influencer, wartawan dan para UKM pemilik resto & cafe.

Acara di awali dengan sambutan dan Perkenalan Team EGB Jakarta Selatan, yaitu :

  1. Adi Nurbanatra sebagai Food Fotographer
  2. Dina Handayani sebagai konseptor & Food Stylist.
  3. Nuning Widyastuty sebagai penulis.


Selain itu juga diadakan Workshop Food Photography yang dipandu oleh Dina Handayani (Food Stylist) & Adi Nurbanatra (Food Photographer).

Materi yang dibahas mengenai teknik dasar dalam memotret makanan agar terlihat lebih menarik.


Sharing Session


lalu dilanjut dengan Sharing Session, bersama Master Chef Indonesia dan 2 narasumber pemilik cafe & resto yaitu :

  • Brian Ardianto (Master Chef Indonesia), 
  • Pak Sony (Tanagodang), 
  • Pak Bagus (Iga Bagus)

Membahas mengenai perkembangan serta inovasi dunia kuliner ditengah masa pandemi seperti sekarang ini.


Terselenggara berkat sponsor dari Harris Hotel Tebet dan Tupperware, serta mendapat suport dari beberapa brand produk makanan dan minuman, seperti Lapis Botani, Mey Juice, Djamoebude dan Indoroadtrip Travel Service.


Tujuan Guide Book Kuliner.


1. Sebagai media branding.

Buku ini menjadi media branding untuk Para pelaku bisnis kuliner dalam hal pemasaran dan tentu tidak ada batas waktu.


2. Program Voucher.

Dalam buku ini juga bermanfaat untuk para pembaca, selain dapat mengetahui info kuliner tentu juga dapat menikmati voucher yang terdapat didalam buku, berupa diskon atau pun free produk yang diberikan merchant resto dan cafe, sehingga dapat tertarik untuk datang dan mencoba.

Voucher yang terdapat didalam buku


3. Memberi informasi kuliner yang akurat.

Didalam buku akan diberikan beberapa informasi di setiap resto, mulai dari menu yang disediakan, range harga yang berlaku, juga beberapa spot foto tempat makan, lebih lengkap hingga pembaca pun akan lebih tertarik.


Manfaat Exclusive Guide Book Kuliner.

Dengan adanya Exclusive Guide Book Kuliner seperti ini, tentu akan memberikan keuntungan baik merchant maupun pemilik buku. Banyaknya kuliner dan hangout di Jakarta menjadi konsen bagi Event Book Communities untuk menerbitkan tempat kuliner di Jakarta. Jakarta Selatan dipilih menjadi masterpiece pertama. Terdapat 40 merchant pilihan didalam buku ini mulai dari restoran, cafe kekinian, rumah makan legendaris, coffe shop serta resto hotel.


(Dari kiri ke kanan) MC acara, Adi Nurbanatra, Dina Handayani, Nuning Widyastuty.


Dalam penggarapan Exclusive Guide Book Jakarta Culinary & Hangout Spots edisi Jakarta Selatan, telah melibatkan 3 orang dan sekaligus sebagai narasumber dalam acara launching, yaitu:

Dina Handayani (Food Stylist ), Nuning Widyastuty (Author), Adi Nurbanatra (Food Fotographer).


Exclusive Guide Book Jakarta Culinary & Hangout Spots akan dipasarkan melalui toko Gramedia. Segera miliki bukunya, supaya acara kuliner dan hangout kalian dijamin jadi lebih seru dan menyenangkan. pastinya udah ga ada lagi kata "terserah!" kalau ditanya mau kuliner dimana atau pun mau hangout kemana. Jadi panduan pilihan yang tepat.

Dan buku ini menjadi wadah penyemangat para usaha kuliner untuk terus dapat berkreasi membuat inovasi kuliner ditengah pandemi seperti saat ini.

Senin, 24 Agustus 2020

Berita Hoax Mudah Tersebar, yuk Bijak Bersosmed

 

Gadget alat alternatif mengakses informasi melalui daring


Sebagai salah satu anggota Mombassador SGM Eksplor, tentu telah banyak menerima informasi akurat serta berbagai pelatihan dalam mendukung tumbuh kembang si kecil, bertujuan agar si kecil dapat menjadi Anak Generasi Maju.


Disaat pandemi seperti sekarang ini, untuk mendapatkan berbagai informasi tentu mayoritas masyarakat mengakses melalui daring, saat ramai orang mencari info melalui online, hingga akhirnya dapat lebih cepat berkembang berbagai berita mau pun segala informasi.
Namun, sayangnya ditengah ramai orang mengakses melalui online, justru ada pihak yang dengan mudah menyebarkan informasi bohong atau bisa dibilang hoax. Saat suasana masih normal saja sudah banyak tersebar berita hoax, apalagi sekarang......
Terutama yang sangat disayangkan kalau informasi tersebut mengenai kesehatan atau tumbuh kembang si kecil, akan mudah tersebar informasi yang tidak akurat. Bukan hanya menyesatkan atau bisa saja kita mudah terprovokasi karena minimnya pengetahuan.

Gunakan medsos dengan bijak

Untuk mengatasi itu, langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah Bijak Bersosmed. Dalam artian, saat mendapatkan sebuah informasi, kita lihat dahulu sumbernya dari mana, kalau pun sumbernya asing didengar jangan langsung percaya dan jangan sekali-kali langsung ikutan share kemana-mana, apalagi tinggal copas dan mudah klik share.
Bunda bisa cek kembali informasi tersebut melalui situs terpercaya, menghindari masuknya informasi yang tidak bermanfaat.
Ga mau kan kalau kita ternyata menjadi salah satu orang yang menyebarkan berita hoax? 

Di website generasi maju infonya menginspirasiku

Untuk dapat terhindar dari berita hoax, apalagi informasinya mengenai kesehatan keluarga serta informasi tumbuh kembang si kecil, lebih baik akses saja ke situs resmi yang memang isi informasinya akurat dan terpercaya, apalagi melibatkan narasumber yang ahli. Karena itu aku rekomendasikan untuk dapat mengakses website resmi dari SGM Eksplor di www.generasimaju.co.id atau dapat langsung akses ke akun facebook Aku Anak SGM
Disana banyak mengulas berbagai informasi akurat mengenai kesehatan juga tumbuh kembangnya si kecil, selain itu juga kita bisa berinteraksi melalui Careline SGM di nomor 0804 1 360 360
Atau bisa melalui email di carelinesgm@sarihusada.co.id

Jangan lupa bunda....tetap bijak dalam bersosmed ya....😉

Rabu, 19 Agustus 2020

Kemeriahan Hari Kemerdekaan Melalui Virtual



Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun, semoga Indonesia terus semakin jaya selalu.


Kalau ngomongin momen tujuh belasan pasti yang dibahas momen perlombaannya kan, karna memang sudah tradisi banget dari aku sejak kecil sampai sekarang, selalu diadakan perlombaan tiap area. Pastinya selalu punya cerita tersendiri, momen yang pastinya selalu ditunggu-tunggu.

Sejak mulai memasuki masa pandemi, kehidupan sudah banyak yang berubah, mulai dari pola hidup, serta kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan, dan juga mulai menjaga jarak antar manusia. Berasa banget ya bedanya.

Mau sekolah aja dilarang, mesti belajarnya dari rumah saja, dan sempat juga yang bekerja pun hanya dari rumah aja. Bener-benar cara kehidupan jadi banyak yang berubah.

Nah....bertepatan di momen kemerdekaan Indonesia yang 75 tahun, dan masih dalam masa pandemi , tentu tidak bisa berharap akan terjadi momen serupa yang terjadi setiap tahunnya. Yang dahulu pasti di meriahkan dengan kegiatan-kegiatan perlombaan dan juga menghias komplek perumahan dengan nuansa merah putih.

Seperti yang terjadi di komplek rumahku, tidak ada sedikit pun momen kemeriahan kemerdekaan. Sepi dan seperti hari biasanya. Padahal tahun yang lalu sangat meriah merayakan hari kemerdekaan dengan aneka perlombaan, acara syukuran, gemuruh tawa riang anak-anak dan orang dewasa, serta ramai para pedagang yang mangkal.

Yah.....tahun ini aku cuma bisa ikut menyaksikan upacara kemerdekaan hanya dalam layar televisi, ikut mengambil sikap sempurna saat momen pengibaran bendera siaran langsung dari istana negara.

Perlombaan Secara Virtual.

Meski semuanya jadi serba terbatas, tetapi masih banyak cara dalam meramaikan momen tujuh belasan. Semua dapat dilakukan dengan cara virtual, upacara bisa dilakukan virtual dari siaran langsung televisi. Lalu ada kegiatan lomba juga dilakukan secara virtual.

Hal baru tapi juga menarik dan unik......

Salah satu komunitas blogger mengadakan acara perlombaan virtual dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke 75 tahun.
Perlombaan ini berlangsung melalui aplikasi Zoom. Para pesertanya yang telah mendaftar sebelumnya.

Lomba yang akan dilakukan yaitu
  1. Lomba Masukkan Benang ke Jarum
  2. Lomba Busana Nasional
  3. Lomba Tebak Foto
  4. Lomba Yel-Yel Keluarga Merah Putih
  5. Cerdas Cermat Kahoot Soal Kebangsaan
  6. Lomba Adu Cepat Mengetik Typo Minor
  7. Lomba Tiup 5 Balon
  8. Lomba Tebak Kata 3 Tim @2 peserta per tim

Seluruhnya dilakukan dirumah masing-masing dan live melalui aplikasi zoom.
Aku pun ikut berpartisipasi mengikuti 2 perlombaan yaitu Lomba Adu Cepat Mengetik Minim Typo dan Lomba Busana Nasional.

Perlombaan virtual melalui Zoom, sebagian peserta dan juri.

Acara live dimulai pukul 13.30 meski delay yang seharusnya mulai pukul 13.00
Dimulai pembukaan dan seluruh peserta untuk hadir dan untuk foto bersama. Setelah itu akan dimulai dengan perlombaan pertama, dan bagi peserta lomba pertama jangan meninggalkan ruang zoom live. Peserta lainnya yang menunggu giliran jadwal lomba dipersilahkan keluar live atau ikut menyaksikan pertandingan yang sedang berlangsung.

Aku sempat menyaksikan beberapa perlombaan selain lomba yang aku ikuti. Saat perlombaan tiup balon seru banget melihat dari layar semangat peserta yang sedang asik meniup balon satu persatu.

Teks untuk diketik ulang para peserta lomba Ketik Minim Typo

Saatnya lomba yang aku ikuti tiba 
jadwalnya, mekanismenya yaitu, admin akan mengirimkan gambar yang berisi kata-kata kalimat yang nantinya akan di ketik ulang oleh peserta di kolom chat, dan penilaiannya dari kecepatan dan juga minimnya typo atau salah ketik.
Ternyata biasa ngetik cepat, tetapi saat dihadapkan pada sebuah perlombaan meski itu hanya melalui online, rasa grogi itu melanda dan membuat aku mengalami typo huhuhuhu.....dan aku pun kalah.

Saat perlombaan Busana Daerah mekanismenya yaitu peserta berpakaian daerah masing-masing dan menghadap ke kamera agar para juri dapat melihat pakaian daerah yang dikenakan. Selain itu tiap peserta pun menjelaskan filosofi dari pakaian tersebut. Dan aku pun saat itu menggunakan pakaian khas betawi mengenakan kebaya encim, yang biasa digunakan para none betawi.  Peserta lainnya juga menampilkan busana daerah dari Bali dan Kalimantan, mereka lebih menampilkan khas daerahnya hingga terpilih menjadi pemenangnya.

Hingga akhirnya aku pun tidak mengikuti live secara keseluruhannya, tapi teman-teman di grup whatsapp menceritakan kejadian seru saat perlombaan lainnya berlangsung.

Walau virtual tapi kemeriahannya sangat terasa banget. Meski pun ga menang, yang penting bisa meramaikan momen tujuh belasan dimasa pandemi.

Aku berdoa semoga pandemi cepat berlalu, Indonesia cepat pulih kembali dan cepat bangkit. Hingga kita semua dapat terbebas dari ancaman Covid19.

Jayalah selalu Indonesiaku!

Sabtu, 25 Juli 2020

Pertama Kali Memasak Rendang Daging

Ilustrasi (pic from google)


Kali ini aku hanya ingin membahas mengenai kegiatanku saat memasak, sebelum kenal dapur dan semua yang ada di dapur. Tentu ga semua orang bisa masak ya kan, masih bersyukur banget bisa masak air atau masak mie instan, itu pun kalau aku cuma bisanya diseduh aja hahaha....
Dulu sewaktu masih gadis sekitar masih pelajar SMA pernah ga sih kepikiran untuk belajar masak? Kalau aku dulu belum kepikiran sama sekali, cuma taunya makan aja hehehe.....
Pulang sekolah ada makanan langsung makan ga mikirin prosesnya gimana.

Sampai suatu ketika setelah aku lulus SMA, aku di bawa tante merantau ke Kota Batam, disana aku tinggal bersama tante dan suaminya. Awalnya masih amanlah, karena tante juga hobi masak dan masakannya juga selalu enak. Tapi setelah tanteku punya kesibukan dalam bisnis barunya, barulah aku dihadapkan tantangan untuk membuat makan sendiri, mau beli masih bisa sih, tapi kan ga mungkin tiap hari selalu beli makanan matang, bisa boroslah aku dan aku pun belum ada pemasukan.

Akhirnya mau ga mau aku pun harus nekat masak sendiri, sekedar masak dadar telur masih aman juga. Lama kelamaan ya bosanlah telur dadar terus.....

Memasak Rendang Daging 

Hingga saat menjelang hari Raya Idul Fitri, aku ditinggal sendiri dirumah, tante dan suaminya pulang kampung. Aku pun merasa bingung juga, masa iya hari raya ga makan makanan spesial. Dari situlah aku mulai mempelajari cara memasak rendang, atau pun masak opor ayam. Dulu sih belum mengerti dunia media sosial atau youtube yang sekarang ini bisa diakses dengan mudahnya. Saat itu aku belajar sama tetanggaku disana namanya mba Siti. Mulailah nekat praktek sendiri dirumah, masak rendang dan itu pun pertama kalinya.

Dimulai belanja bahan makanan, aku beneran bingung banget loh apa yang harus dibeli, untungnya aku didampingi tetanggaku. 
Dan akhirnya selesai belanja yang dibutuhkan, aku mulai eksekusi meracik bumbu untuk menu rendang daging. 
Oiya....di pasar saat itu belum ada yang jual bumbu jadi atau bumbu halus, jadi aku "nguleg" sendiri semua bumbunya.

Bumbu yang dihaluskan yaitu :
Bawang merah, bawang putih, cabai, lada, kemiri, ketumbar, jahe, lengkuas, pala.

Selain itu ada juga bumbu yang hanya dimemarkan yaitu sereh dan ditambah dengan daun kunyit dan daun jeruk.

Mulailah pada proses memasak, semua bumbu yang sudah dihaluskan, mulai di tumis bersamaan dengan sereh dan daun kunyit serta daun jeruk. Di tumis hingga harum dan matang, katanya sih biar ga beraroma "langu" atau masih aroma mentah. 

Lalu setelah bumbu terasa harum banget, baru deh diberi garam dan kaldu sapi bubuk. 
Nah setelah itu masukkan daging yang sudah bersih dicuci. Aduk-aduk sampai tercampur rata. 

Setelah itu masukin santannya sesuai selera sih, waktu itu aku pakai santan dari 1 butir kelapa untuk satu kilo daging. Aduk-aduk dan biarkan mendidih sesekali diaduk-aduk dan coba di tester untuk rasanya.

Memang lama banget sih masak rendang daging itu, harus tunggu bumbu sampe meresap banget dan juga sampai daging empuk. Enaklah kalau sudah ada panci presto, jadi lebih cepat masak daging. Belum kepikiran untuk alat seperti itu, yang penting belajar masak dulu.

Setelah ditunggu hingga akhirnya, bumbu telah meresap, sempat bingung nih membedakan meresap atau belum. Untung mba Siti masih setia mendampingi memasak.

Setelah masakan telah matang, mulailah mencobanya. Wah......dari aromanya sih udah enak, tapi sayang untuk tekstur dagingnya masih alot, agak speechless sih, udah masaknya lama, tapi tetap alot. Untuk rasanya sih udah lumayanlah.

Tampilan Rendang Daging buatanku pertama kali.


Setidaknya di hari Raya Idul Fitri aku bisa menikmati hidangan lebaran buatan sendiri.
Dan sejak itulah, aku mulai rajin mencoba menu lainnya. 

Kebetulan tetanggaku itu mba Siti, orang Padang, jadinya aku diajari masakan Padang.
Aku pun punya teman juga orang Palembang, aku pun mencoba membuat Pempek.

Kehidupan di Kota Batam beraneka suku sama seperti di Jakarta, seru juga jadi punya pengalaman punya teman dari berbagai suku dan bisa belajar memasak menu khas daerahnya.